Parenting dan Home-School Partnership
SD Negeri Maospati 3 Perkuat Kemitraan Orang Tua dan Sekolah melalui Parenting dan Home-School Partnership
Maospati, 17 Juli 2026 – Mengakhiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan mengawali tahun ajaran baru, SD Negeri Maospati 3 menyelenggarakan kegiatan Parenting and Home-School Partnership bagi wali murid kelas I dan II dengan mengusung tema “Sinergi Rumah dan Sekolah dalam Mendampingi Anak Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Utuh.” Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam membangun keselarasan peran antara keluarga dan sekolah sebagai dua lingkungan utama yang membentuk karakter, kebiasaan, dan masa depan anak.
Kegiatan yang dihadiri oleh kepala sekolah, ketua komite, dewan guru, serta seluruh wali murid kelas I dan II ini menghadirkan Dian Ratnaningtyas Afifah, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau mengajak orang tua memahami bahwa proses tumbuh kembang anak dipengaruhi tidak hanya oleh faktor bawaan, tetapi juga oleh kualitas lingkungan, pola pengasuhan, dan pengalaman belajar yang diterima anak setiap hari. Oleh karena itu, rumah dan sekolah perlu menghadirkan nilai, kebiasaan, dan pola pendampingan yang saling menguatkan agar anak berkembang secara optimal.
Melalui materi yang disampaikan, para orang tua diajak memandang belajar sebagai proses sepanjang hayat yang membantu anak mengenali potensi, menemukan minat, membangun motivasi, serta bertumbuh menjadi manusia yang utuh. Pendampingan orang tua tidak semata-mata berfokus pada hasil belajar, tetapi juga pada proses mengenali kebutuhan perkembangan anak, memberikan kesempatan untuk mencoba, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun kebiasaan belajar yang positif di rumah.
Narasumber juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga melalui komunikasi yang terbuka, keterlibatan aktif orang tua dalam pendidikan, pembelajaran di rumah, serta kolaborasi dalam mengambil keputusan demi kepentingan terbaik bagi anak. Ketika rumah dan sekolah memiliki tujuan yang sama, anak akan memperoleh lingkungan belajar yang konsisten sehingga lebih mudah mengembangkan karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial-emosionalnya.
Salah satu pesan utama dalam kegiatan ini adalah penerapan pengasuhan berbasis kekuatan (strength-based parenting), yaitu pendekatan yang berfokus pada potensi dan kelebihan setiap anak. Orang tua didorong untuk menjadi teladan, menciptakan suasana belajar yang positif, memberikan dukungan selama proses belajar, serta mendampingi anak dengan komunikasi yang hangat, disiplin positif, dan penghargaan terhadap setiap perkembangan yang dicapai.
Dalam sesi refleksi, peserta diingatkan bahwa kebutuhan terbesar anak bukan hanya fasilitas belajar yang memadai, melainkan kehadiran orang tua, keteladanan, kasih sayang, dan konsistensi dalam pengasuhan. Sebagaimana disampaikan dalam materi, hadiah terbaik bagi seorang anak adalah orang tua yang sehat secara fisik maupun mental sehingga mampu mendampingi setiap fase pertumbuhan anak dengan penuh kesadaran.
Kepala SD Negeri Maospati 3 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membangun budaya kemitraan dengan orang tua. Pendidikan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan hanya oleh sekolah ataupun keluarga secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang baik, saling percaya, serta kesamaan visi dalam mendampingi anak agar setiap pengalaman belajar di sekolah mendapat penguatan di rumah, dan setiap nilai yang ditanamkan di rumah mendapat ruang untuk tumbuh di sekolah.
Melalui kegiatan Parenting and Home-School Partnership ini, SD Negeri Maospati 3 berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antara guru dan orang tua. Ketika rumah dan sekolah berjalan dalam langkah yang sama, anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Inilah semangat yang terus dihidupkan SD Negeri Maospati 3 dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada tumbuh kembang anak secara utuh.


